Sejak peluncuran iPhone dan Mini notebook – netbook, lalu lintas data mobile semakin berkembang pesat. Untuk kesekian kalinya perangkat-perangkat ini menunjukkan bahwa menggunakan internet dalam perjalanan sungguh menyenangkan. Untuk itu beberapa provider terkemuka dunia mulai mempersiapkan teknologi transmisi yang jauh lebih cepat. Yang paling gencarny sedang diuji yaitu generasi Long Term Evolution, disingkat LTE. Direncanakan satu hingga dua tahun mendatang penikmat internet mobile seluruh dunia, sudah bisa menikmati teknologi generasi terbaru ini.

Koneksi supercapat, inilaj kelebihan yang ditawarkan oleh LTE. Dengan kemampuan ini, LTE tidak saja menguntungkan bagi perangkat mobile, tetapi juga bagi home user. Berkat transmisi yang saat ini berkecapatan 100 Mbps (setara WLAN), home user tidak membutuhkan koneksi telepon lagi. Jangkauan LTE pun lebih jauh sehingga koneksi telepon hanya akan menjadi cadangan.
Saat ini pengujian LTE hampir selesai walaupun spesifikasi teknologi tersebut masih harus mengikuti standar dari 3GPP (Third Generation Partnership Project) pada akhir 2009 nanti. Desain antenanya pun sudah tersedia dan bakal disiapkan tahun depan.
Untuk Indonesia, beberapa provider besar seperti Telkomsel dan XL menunjukkan minat mereka untuk segera membangun jaringan berbasis LTE.
Dowload cepat: kecepatan transfer hingga 300 Mbps
Keunggulan lain dari LTE adalah bila koneksi LTE terlalu lambat, sinyalnya dapat dialihkan ke jaringan teknologi lain. Seperti GSM, UMTS, dan teknologi mobile lainnya. Agar LTE dapat menjangkau seluruh wilayah, teknologi ini menggunakan rentang channel yang cukup lebar mulai dari 1,4 Mhz sampai 20 Mhz. Jadi, teknologi ini dapat memenuhi regulasi yang telah ditentukan di setiap Negara. Jaringan LTE komersil pertama sudah ditawarkan di Swedia. Padahal teknologi ini baru diluncurkan secara resmi pada tahun depan.
Para ahli telah menyimpulkan bahwa dengan banwith mulai dari 80 Mbps sampai 150 Mbps sudah cukup untuk sebagian besar pengguna internet. Paling tidak untuk permulaan, karena rencananya kecepatan download LTE mencapai 300 Mbps. Untuk memperoleh kecepatan ini, diperlukan transmisi yang bebas inteferensi. Untuk itu, pengembang mengkombinasikannya dengan beberapa teknologi lagi seperti MIMO, QAM, dan OFDM yang menggunakan beberapa antenna sekaligus untuk memancarkan dan menerima sinyal. Selain itu, teknologi ini pun memungkinkan bitrate yang lebih besar. Paket data dikirim ke user melalui Internet Protocol (IP), seperti pada koneksi DSL.
Jadi, teknologi LTE sangat mirip dengan WLAN. Dan LTE tidak kalah dengan WiMax yang sedang dikembangkan, terutama di India dan Afrika dan hanya berfungsi sebagai akses internet saja.
Latent Time singkat: memungkinkan Streaming HD dan Video Telephony
Tidak hanya data rate tinggi saja yang membuat LTE sangat menarik. Teknologi ini memungkinkan untuk digunakan oleh lebih banyak pengguna per cell. Load peak-nya lebih mudah diseimbangkan. UMTS Accelerator HSPA dan HSPA+ memang mampu mencapai kecepatan DSL, tetapi jaringan tersebut mudah overload. Selain bandwith, latency time juga berperan penting yang pada LTE hanya berkisar 30 ms, jauh dibawah UMTS. Jadi delay saat transmisi tidak lagi teraa. LTE juga memungkinkan HD streaming dan video telephony. Bahkan, pengembang pun mempersiapkan aplikasi untuk radio mobilm misalnya konten siaran seperti pada DVB-T. Pengujian yang dilakukan oleh T-Mobile dan Nortel Networks menunjukkan bahwa selama kendaraan dipacu pada kecepatan rata-rata 70 km.jam, download masih dapat mencapai 170 Mbps.
Teknologi ini jga menawarkan potensi besar lainnya. Apakah LTE akan tetap diaplikasikan, sangat bergantung pada perangkat yang tersedia serta harga saat produk diluncurkan. Walaupun jumlah pengguna mobile internet meningkat dan HSPA suah cukup cepat bagi kebanyakan aplikasi, sebagian besar pengguna masih menghindari penggunaan internet secara mobile untuk bekerja.
Harga Layanan: disesuaikan dengan perangkat dan tarif
Hambatan teknis implementasi LTE mudah diatasi, perangkat USB LTE pertama saat ini sudah tersedia. Permasalahannya adalah bagaimana operator selular menentukan tarifnya. Bila mereka melakukan terobosan untuk mobile internet, dikhawatirkan bakal mengganggu pendapatan mereka dari percakapan telepon dan sms. Untuk apa pelanggan membayar, kalau mereka dapat bertelepon atau chatting melalui telepon dengan tarif yang lebih murah? Hambatan dari LTE hanya terletak pada operator saja dan bukan masalah teknis.
KESIMPULAN:
Dengan teknologi LTE, Internet lmbat akan menjadi masa lalu. Teknologi ini, sudah cukup cepat untuk memutar streaming video HD melalui ponsel ataupun pada home PC. Bagaimana kelanjutannya, semuanya bergantung pada hardware dan juga operator telepon. Mereka harus membuka batasan-batasan internet dan menyesuaikan tarif yang sesuai dengn kemampuan pengguna.